PENILAIAN SAS ( Sumatif Akhir Semester ) SDN 2 KETAH

Asesmen sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada akhir suatu fase atau periode pembelajaran tertentu untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran dan menentukan nilai akhir siswa. Berbeda dengan asesmen formatif yang fokus pada perbaikan proses saat belajar, asesmen sumatif bersifat sebagai keputusan akhir untuk pelaporan hasil belajar, kenaikan kelas, atau kelulusan. Contoh Penerapan Penilaian Sumatif

Dalam kurikulum merdeka,  KKM diganti KKTP yang memuat asesmen sumatif. Berikut ini adalah beberapa contoh penilaian sumatif yang umum digunakan dalam konteks pendidikan:

  1. Ujian Tertulis: Ujian tertulis adalah bentuk penilaian sumatif yang paling umum. Siswa diuji dengan serangkaian soal pilihan ganda, isian singkat, atau esai yang mencakup materi pembelajaran yang telah diajarkan. Ujian tertulis ini dapat dilaksanakan dalam bentuk kertas atau menggunakan platform komputer.
  2. Proyek Akhir: Proyek akhir adalah penilaian sumatif yang melibatkan siswa dalam tugas proyek yang memerlukan penelitian, analisis, dan presentasi. Siswa diminta untuk menyusun laporan proyek atau membuat produk/proses berdasarkan pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran.
  3. Portofolio Siswa: Penilaian sumatif juga dapat dilakukan melalui penilaian portofolio siswa. Siswa mengumpulkan karya-karya mereka, seperti tugas, proyek, catatan, atau refleksi, yang mencerminkan perkembangan mereka selama periode pembelajaran. Portofolio siswa memberikan gambaran menyeluruh tentang pencapaian siswa dalam berbagai aspek pembelajaran.
  4. Presentasi dan Diskusi: Siswa dapat dinilai melalui presentasi atau diskusi kelompok yang menggambarkan pemahaman mereka tentang topik tertentu. Dalam penilaian ini, siswa diminta untuk menyampaikan informasi, berbagi pandangan, dan mengemukakan argumen dalam bentuk presentasi lisan atau diskusi kelompok.
  5. Ujian Praktik atau Keterampilan: Dalam beberapa mata pelajaran atau program studi, penilaian sumatif dapat dilakukan melalui ujian praktik atau keterampilan. Contohnya, dalam mata pelajaran seni, siswa dapat dinilai berdasarkan karya seni yang mereka hasilkan, seperti lukisan atau patung. Sedangkan dalam mata pelajaran fisika, siswa dapat diuji melalui praktikum eksperimen.
  6. Penilaian Observasi: Observasi langsung oleh guru atau penilai dapat digunakan sebagai bentuk penilaian sumatif. Guru mengamati keterampilan, partisipasi, dan sikap siswa selama proses pembelajaran. Observasi ini dapat dilakukan saat presentasi, kerja kelompok, atau situasi nyata yang memerlukan pemahaman dan penerapan konsep.
  7. Ujian Online: Dalam era digital, penilaian sumatif juga dapat dilakukan secara online melalui platform pembelajaran elektronik. Siswa diuji melalui soal-soal yang disajikan dalam bentuk digital dan dikerjakan secara online. Dan semuanya tergaantung dan kembali pada kebijakan dan aturan di sekolah masing masing.